Obat Kangen di Balik Jeruji: Layanan Komunikasi Wartelsuspas Hubungkan Rindu Warga Binaan di Bulan Suci

    Obat Kangen di Balik Jeruji: Layanan Komunikasi Wartelsuspas Hubungkan Rindu Warga Binaan di Bulan Suci

    MATARAM, NTB – Bulan Ramadhan selalu identik dengan momen hangat bareng keluarga, mulai dari sahur hingga buka puasa bersama. Namun, suasana berbeda dirasakan oleh saudara-saudara kita yang sedang menjalani masa pembinaan di Lapas dan Rutan. Meski raga terpisah tembok tinggi, teknologi bernama Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) hadir sebagai jembatan pelepas rindu yang sangat emosional melalui fitur video call.

    Fasilitas ini kini bukan sekadar deretan telepon kabel biasa yang jadul. Mengikuti perkembangan zaman, Wartelsuspas di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bertransformasi menjadi sarana komunikasi digital yang memungkinkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bertatap muka lewat layar. Di momen Ramadhan, antrean di bilik video call biasanya makin panjang. Raut wajah para penghuni yang tadinya tegang, seketika berubah teduh saat melihat senyum ibu, istri, atau anak mereka di layar monitor.

    Kenapa sih mereka diberikan akses canggih ini? Jawabannya ada di payung hukum yang jelas. Hak komunikasi ini dijamin dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Dalam aturan tersebut, ditegaskan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan sarana komunikasi untuk terhubung dengan keluarga maupun penasihat hukumnya. Jadi, ini bukan sekadar "bonus", tapi memang hak dasar yang dilindungi negara.

    Ketentuan teknis mengenai layanan ini pun telah diperkuat melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-06.OT.02.02 Tahun 2025. Aturan terbaru ini memastikan bahwa standarisasi layanan komunikasi, termasuk penggunaan video call, dilakukan secara profesional untuk mencegah penggunaan handphone ilegal di dalam sel. Wartelsuspas hadir sebagai solusi jalan tengah: warga binaan tetap bisa "hadir" secara virtual di rumah, tapi jalurnya resmi, terpantau, dan aman dari penyalahgunaan.

    Dari sisi kemanusiaan, menjaga kewarasan mental warga binaan itu krusial banget. Bayangin saja, berpuasa jauh dari rumah itu berat. Dengan melihat langsung kondisi keluarga melalui layar, motivasi mereka untuk memperbaiki diri dan cepat pulang jadi makin tinggi. Layanan ini menjadi "suplemen" mental agar mereka tidak merasa dibuang oleh masyarakat atau dilupakan oleh keluarga sendiri selama menjalani masa pidana.

    Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB, Agung Krisna, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan komitmen pihaknya dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, terutama di bulan suci. Menurutnya, aspek spiritual dan psikologis warga binaan harus tetap dijaga agar proses pembinaan berjalan maksimal dan menyentuh hati.

    "Kami menyadari bahwa dukungan keluarga adalah faktor kunci dalam keberhasilan pembinaan. Melalui Wartelsuspas yang kini sudah mendukung video call, kami memberikan ruang bagi warga binaan untuk tetap terhubung secara visual dengan orang tercinta. Apalagi di bulan Ramadhan ini, melihat senyum keluarga bisa menjadi penguat moral bagi mereka untuk menjalani masa pidana dengan ikhlas dan menjadi pribadi yang lebih baik, " ujar Agung Krisna.

    Pihak Lapas dan Rutan di wilayah NTB juga memastikan layanan ini tetap kondusif meski permintaan meningkat selama Ramadhan. Durasi video call biasanya diatur agar semua penghuni mendapatkan giliran yang adil. Pengawasan tetap dilakukan secara humanis oleh petugas, memastikan tidak ada percakapan yang melanggar aturan, sekaligus menjaga kenyamanan warga binaan saat melepas rindu secara visual. (Adb) 

    ntb
    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi

    Artikel Sebelumnya

    Kapolda NTB, Gubernur dan Danrem Hadiri...

    Artikel Berikutnya

    Unit Polsatwa Polda NTB Kerahkan K9, Perketat...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara

    Ikuti Kami